Kamis, 01 Oktober 2015

TEKNOLOGI YANG SANGAT DIBUTUHKAN WARGA JABODETABEK TETAPI MASIH BELUM TERSEDIA


Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi atau yang sering disebut JABODETABEK merupakan kota yang mempunyai permasalahan dengan cuaca dan juga kemacetan. Seperti yang kita ketahui bahwa negara Indonesia atu lebih tepatnya yang ada didaerah JABODETABEK merupakan kota yang sangat padat penduduknya. Dan didaerah itu pula sering sekali terjadi macet dan juga banjir dimana-mana. Adapun macet tersebut karena disebabkan oleh banyaknya volume kendaraan disertai fasilitasnya yang kurang memadai. Dan juga terjadinya banjir dimana-mana yang disebabkan oleh volume hujan yang berlebihan pada saat musim hujan serta disebabkan oleh manusia yang sering mebuang sampah sembarangan.

Dari masalah-masalah tersebut saya akan memberikan solusi atau ide-ide kreatif, yaitu :

Teknologi Modifikasi Cuaca


Hujan lebat dengan intensitas dan durasi yang tinggi menimbulkan genangan air di beberapa ruas jalan di wilayah DKI Jakarta. Pada saat musim hujan, curah hujan selama 24 terjadi hampir terus-menerus dengan jumlah tercatat di beberapa lokasi sekitar 100 mm. Munculnya genangan air karena keterbatasan daya dukung permukaan baik kondisi alam berupa sungai-sungai maupun kesiapan pompa. 

Melihat kemampuan daya dukung permukaan di Jakarta dan sekitarnya yang masih jauh lebih kecil daripada potensi hujan yang mungkin terjadi, maka TMC memang diperlukan agar mengurangi potensi banjir di wilayah Jabodetabek.

Terbentuk awan-awan hujan yang cukup massif. Awan-awan hujan ini terjadi akibat peristiwa meteorologis yang disebut dengan Cold Surge (Seruak Dingin), yaitu berupa masuknya massa udara dingin dari Siberia menuju Jawa bagian barat.

Seruak dingin yang masuk ke wilayah Jawa bagian barat bertemu dengan angin yang bertiup dari timur lalu terjadi konvergensi. Sehingga, terbentuk awan-awan hujan yang cukup massif. Dia menambahkan bahwa seruak dingin yang masuk ke wilayah Jawa bagian barat bertemu dengan angin yang bertiup dari timur lalu terjadi konvergensi sehingga terbentuk awan-awan hujan yang cukup massif.

Jalur Kereta Bawah Tanah Maupun Melayang


Sistem Angkutan cepat, kereta bawah tanah, atau metro (bahasa Inggris: Rapid transit) adalah sebuah jalur rel penumpang listrik di wilayah dalam kota dengan kapasitas dan frekuensi yang tinggi, dan pemisahan jalur dari sistem transportasi lainnya. Sistem angkutan cepat umumnhya ditempatkan di terowongan bawah tanah atau rel melayang yang berada di atas tanah. Di luar wilayah perkotaan, jalur angkutan cepat mungkin dibuka di permukaan tanah dengan jalur terpisah.

Layanan dalam sistem angkutan cepat disediakan dalam jalur khusus antara stasiun angkutan cepat menggunakan kereta rel listrik dalam sebuah rel, meskipun beberapa sistem menggunakan roda karet pemandu, penggerak magnetik, atau monorel. Umumnya sistem ini terintegrasi dengan transportasi publik lainnya dan seringkali dioperasikan oleh otoritas transportasi publik yang sama. Angkutan cepat memiliki kapasitas yang lebih besar dan lebih cepat dibandingkan dengan trem atau kereta api ringan, namun tidak secepat dan sejauh kereta api komuter. Sistem ini masih belum terkalahkan dalam kemampuan mengangkut sejumlah besar orang secara cepat dalam jarak yang pendek dengan sedikit tanah yang digunakan. Variasi dari angkutan cepat meliputi penggerak manusia, metro ringan skala kecil, dan hibrida kereta api komuter S-Bahn.


JALAN TOL BERTUMPUK


Jalan tol bertumpuk sangat dibutuhkan di wilayah Indonesia, khususnya wilayah jabodetabek. Karena dengan jalan tol bertumpuk tersebut kita dapat mengurangi resiko kemacetan yang ada di Indonesia.

Tetapi jika ingin membuat jalan tol bertumpuk tersebut, maka Negara kita harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang sangat memadai guna mengurangi angka kecelakaan yang sering terjadi.



Mungkin hanya ini yang bisa saya beri tahukan, semoga apa solusi yang saya berikan dapat bermanfaat sesuai dengan yang diharapkan dan dapat memberikan perubahan kepada daerah JABODETABEK sesuai dengan apa yang saya dan masyarkat inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar